Tips Mengasah Kemampuan Otak Kanan Anak

Beberapa metode telah dikembangkan oleh para ahli dalam upaya meningkatkan kemampuan otak kanan sejak anak usia dini.

Berikut adalah beberapa tips untuk para orangtua untuk mengasah kemampuan otak anak :

1. Bermain Musik.

Metode bermain musik dikenalkan oleh Carl Orff (1895), seorang komponis dan pendidik dari Jerman. Bermula dari pengalaman mengelola sekolah musik dan senam, ia mengadakan eksperimen untuk mengaitkan antara musik dan gerak. Akhirnya ia berkesimpulan bahwa musik pendidikan tidak dapat diberikan pada anak usia dini secara tertutup tapi melalui integrasi antara musik dan gerak.

Metode Orff berprinsip bahwa antara bunyi, instrumen, ucapan, kata, kalimat bersajak, cerita dan gerakan tubuh ada dalam satu keutuhan untuk mencapai kesatuan yang harmonis.

Orff instrumen sebagai alat musik yang unik, karena merupakan alat musik pukul yang bernada maupun tak bernada.

Berdasarkan penelitian ternyata anak di usia dini lebih menyukai Orff instrumen, karena alat musik tersebut bagi mereka merupakan suatu bentuk permainan yang memungkinkan mereka untuk bereksplorasi sejauh mungkin terhadap bunyi.

Di Indonesia dapat ditemukan seperti angklung, kulintang, calung, kotekan, tambur atau gong. Anak juga dapat bereksplorasi musik dengan botol ditiup, dipukul, sapu, sikat, kentongan dan kertas digetarkan.

2. Melalui Gambar.

Rhoda Kellog, seorang peneliti dan pengarang buku “The Psychology of Children’s Art” dari Amerika Serikat, yang menghimpun tidak kurang dari 1 juta gambar anak dari berbagai usia, tingkatan sosial dan kebangsaan di 31 negara dari 5 benua dalam jangka 20 tahun, telah menghasilkan beberapa hasil analisanya.

Rhoda Kellog mengungkapkan bahwa biasanya setiap anak memulai awal pertumbuhannya pada saat usia dini dengan periode coreng moreng (sobbling period), hingga akhirnya anak-anak mulai mengembangkan daya ciptanya. Bagi seorang anak menggambar merupakan bentuk permainan yang akan mengasah kemampuan otak kanannya.

3. Alat Permainan Edukatif.

Selain musik, upaya pengembangan otak kanan juga dapat dilakukan dengan bermain Alat Permainan Edukatif atau yang disingkat dengan APE.

APE adalah golongan mainan yang bersifat edukatif atau dapat memenuhi syarat sebagai perangsang bagi anak untuk terjadinya proses belajar anak.

Cirinya adalah:
Pertama, dapat merangsang anak secara aktif untuk berpartisipasi dalam proses permainan, dan tidak hanya diam secara pasif melihat saja. Bentuk mainan tersebut biasanya “unstrusure” sehingga dimungkinkan bagi anak untuk membentuk, merubah, dan mengembangkan sesuai dengan imajinasinya.
Kedua, dibuat dengan tujuan atau pengembangan tertentu.

BACA JUGA CIRI-CIRI MAINAN EDUKATIF

Secara teoritis, aktivitas anak dalam bermain terbagi menjadi 4 macam yaitu :

1. Bermain fisik, merupakan kegiatan bermain yang berkaitan dengan upaya pengembangan aspek motorik anak, seperti : berlari, melompat, memanjat, berayun-ayun.
2. Bermain kreatif, merupakan bentuk bermain yang erat hubungannya dengan pengembangan kreatifitas, seperti : menyusun balok, bermain dengan lilin atau pasir, melukis dengan jari dan sebagainya.
3. Bermain imajinatif, merupakan kegiatan bermain yang menyertakan fantasi anak, seperti : bermain sandiwara dimana anak dapat mengembangkan imajinasi dengan peran yang berbeda-beda.
4. Bermain manipulasi, merupakan kegiatan bermain yang menggunakan alat permainan tertentu, seperti : gunting, obeng, palu, lem, kertas lipat dan sebagainya untuk mengembangkan kemampuan khusus anak.

 

SUMBER ARTIKEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim WhatsApp