Marketplace dan E-commerce Indonesia

Seperti judul artikel ini, marketplace dan E-commerce memang tidak bisa dipisahkan, karena marketplace sendiri menggunakan system E-commerce dalam bisnisnya, perkembangan dunia internet dan semakin canggihnya device yang kita miliki adalah salah satu faktor berkembangnya bisnis ecommerce, apa itu ecommerce? ecommerce kependekan dari Electronic commerce, adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis, atau kita sering menyebutnya dengan sebutan jual beli secara online.

Belakangan ini banyak sekali situs ecommerce yang menawarkan para pengusaha atau penjual untuk menjual produk ataupun jasa dalam situs web mereka, sistem titip jual secara virtual ini yang sering disebut dengan market place, banyak keuntungan dan kemudahan untuk bergabung yang ditawarkan oleh penyedia jasa web market place tersebut.

Pertama kali yang penulis ingat adalah situs e-commerce jual beli barang bekas yang sangat gencar iklannya di TV Indonesia beberapa tahun silam, seperti TokoBagus.com (Sekarang jadi OLX.co.id), Berniaga.com (Sekarang juga jadi OLX.co.id), setelah itu muncul lagi beberapa Marketplace yang juga gencar beriklan di TV dan dimedia-media internet lain, seperti Lazada, Bukalapak, Elevenia, dll, bahkan ada yang menawarkan promo diskon gila-gilaan sampai 99%.

Perbedaan Toko Online dan Marketplace

Walaupun sama-sama menerapkan system ecommerce dalam usahanya, toko online dan market place terdapat perbedaan yang mendasar, Toko Online adalah sebuah toko online yang hanya menjual varian produk tertentu dari pemilik toko online, biasanya toko online memiliki stock barang dan mengelola stock barang dalam toko onlinenya sendiri baik menggunakan media sosial, broadcast BBM, maupun website sendiri. Sedangkan marketplace menjual lebih banyak produk, dengan penjual yang banyak juga, menggunakan website penyedia layanan marketplace, jadi market place bisa diibaratkan sebuah mall besar dengan diisi tenant penjual yang menjual beraneka ragam produk maupun jasa, market place tidak memiliki stok barang, semua isi konten, stock dan deskripsi produk yang dijual sepenuhnya tanggungjawab sipenjual yang memasarkan produk disana, banyak juga diantara penjual di market place yang menerapkan sistem dropship, mengenai dropship akan Kami bahas dalam artikel selanjutnya.

Dalam perkembangannya, di Indonesia market place seakan menjadi raja didunia ecommerce, banyak penjual yang tidak memiliki modal untuk stock barang sendiri memilih berjualan di situs-situs market place, selain pendaftaran yang mudah, dibantu dengan system SEO yang kuat, iklan disana sini, dan penjual pun nyaris tidak memiliki resiko sama sekali, biasanya pemilik market place meminta sekian persen dari hasil penjualan untuk keuntungan sipemilik market place.

Kayu Seru sebagai pelaku bisnis mainan edukatif juga tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, bahkan produk Kayu Seru sudah bisa didapatkan dibeberapa marketplace juga antara lain Lazada, Qoo10, Elevenia, Bukalapak, Tokopedia. Dan memang penjualan Kami dibeberapa market place terbilang cukp lumayan, dan cukup diminati banyak orang.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan bergabung berjualan di marketplace antara lain :

  • Promo produk dibantu oleh market place (Apalagi jika kita bayar untuk promo banner dll)
  • Mudah registrasi
  • Kemungkinan produk kita dilihat orang sangat besar

Kelemahan bergabung di market place

  • Persaingan yang ketat dan banyaknya produk serupa dengan produk kita
  • Jika tidak diurus atau tidak membayar untuk diiklankan, produk kita akan tenggelam oleh produk-produk baru
  • Sulit membangun branding karena yang akan terkenal adalah market place nya bukan merk si penjualnya.
  • Dalam beberapa market place ada system deposit, apabila kita melakukan kesalahan (produk tidak dikirim, lambat menanggapi pesanan, pembatalan karena produk tidak sesuai keinginan customer, dll) akan dipotong nilai deposit kita.
  • Tidak boleh mempromosikan situs web ataupun onlineshop kita sendiri

Karena bisnis yang Kami jalani adalah model B2B dan B2C, Kami sadar bahwa branding product sangat penting sebagai penunjang penjualan, oleh karena itu kayu seru tidak hanya bermain di market place saja, Kayu Seru memiliki website pribadi yang juga berfungsi sebagai ecommerce. Karena dengan branding yang kuat, sudah pasti penjualan akan mengikuti juga.

Seluruh isi artikel ini hanyalah menurut pendapat penulis saja, keputusan ada ditangan pembaca, mau usahanya dijual di market place, atau mau punya toko online sendiri dan mengembangkannya serta mengelola sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim WhatsApp
Kirim WhatsApp