Digital Marketing – Tips Jualan di Marketplace Agar Tidak Rugi

Digital marketing merupakan salah satu proses pemasaran produk baik barang maupun jasa dengan memanfaatkan teknologi media digital, untuk melakukan proses ini dibutuhkan jaringan internet. Di internet banyak bisa kita jumpai ahli-ahli memaparkan tulisannya tentang digital marketing yang efektif. ilmu mengenai digital marketing ini sangat luas, kita ibaratkan seperti sebuah puzzle besar yang setiap kepingan nya bertebaran dimana-mana, untuk melengkapi menjadi sebuah puzzle yang utuh maka kita harus mengumpulkan satu – persatu kepingan nya, setiap ilmu digital marketing yang kita dapatkan merupakan satu kepingan yang berhasil kita dapatkan, dan kami berharap tulisan ini merupakan salah satu kepingan untuk melengkapi puzzle digital marketing yang anda punya.

Karena menggunakan jaringan internet, maka digital marketing merupakan salah satu cara promosi yang efektif, produk yang kita promosikan dapat dilihat orang seluruh dunia yang terkoneksi dengan jaringan internet, salah satu pemanfaatan digital marketing adalah jualan di marketplace, kita bisa lihat banyak brand besar juga memilih berjualan di marketplace sebagai salah satu trik pemasaran nya agar produknya bisa dilihat banyak orang. Tapi tunggu dulu, jangan terburu – buru buka akun di marketplace, lalu posting produk anda, sebaiknya kenali dulu cara kerja nya serta admin fee nya.

Setiap ada pembelian produk kita di marketplace, kita akan diminta untuk kirim produk pesanan pembeli terlebih dahulu, kemudian setelah produk sampai ke pembeli barulah uang akan diteruskan ke saldo akun kita, uang itu dapat kita tarik ke rekening kita atau kita mau gunakan untuk belanja di marketplace tersebut juga bisa, untuk melancarkan proses itu, marketplace akan menetapkan fee admin untuk setiap transaksi biasanya dalam bentuk persentase, jadi uang yang kita terima akan dikurangi sekian persen sebagai fee admin marketplace. Setiap marketplace akan berbeda – beda persentase fee admin nya tergantung kebijakan masing-masing.

Selain memasarkan produk melalui website ini Kayu Seru juga memasarkan produk melalui marketplace (Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia) dibawah ini beberapa gambaran mengenai admin fee marketplace :

Ilustrasi admin fee Tokopedia

Gambar diatas merupakan rincian penghasilan yang kami terima saat menjual produk, Total penjualan Rp. 90.000,- dikurangi fee admin sampai ke kami Rp. 82.980 ada potongan sebesar 7.8%, untuk Tokopedia sendiri rincian berapa persen biaya admin ada saat anda memasukkan produk baru, ketika memilih kategori produk akan ada keterangan dibawah nya bertuliskan Biaya Layanan Per Produk Terjual … % ini hanya biaya layanan saja, jika toko kita menjadi power merchant akan ada lagi potongan tambahan untuk power merchant (perhatikan gambar diatas, karena toko Kayu Seru menjadi Power Merchant Pro maka ada tambahan potongan lagi)

Keterangan admin fee dibawah kategori saat menambahkan produk di Tokopedia

Bagaimana dengan di Shopee, seperti dijelaskan diatas, bahwa semua marketplace ada kebijakan admin fee masing – masing, dibawah ini merupakan ilustrasi penghasilan Kayu Seru untuk toko kami di Shopee.

Ilustrasi penghasilan dan biaya admin berjualan di Shopee

Gambar diatas merupakan hasil tangkapan layar pada laman penghasilan di Shopee, total penjualan yang terjadi Rp. 168.750 yang kami terima adalah Rp. 155.418, ada potongan admin sebesar 7.9%. Bagaimana dengan lazada? Sama saja tetap ada potongan, hanya saja di Lazada ada tools yang bisa kita pakai untuk mengetahui ilustrasi potongan, jadi kita sudah mengetahui jika produk kita dijual sekian maka kita akan menerima sekian, nama tools nya Kalkulator Biaya, ada di menu beranda seller center Lazada, kemudian geser kebawah ada menu box dengan nama Toolkit Populer, didalam itu ada kalkulator biaya.

digital marketing lazada
Tampilan kalkulator Biaya – dan ilustrasi pendapatan kita – Bagian harga bisa dirubah – rubah dan tidak merubah harga produk aktif jadi hanya hitungan saja.

Dari ketiga marketplace diatas, kesimpulannya adalah selain mengejar omzet banyak, kita juga harus memperhatikan fee admin dari masing-masing marketplace, apakah harga yang kita jual sudah sesuai, atau malah kita yang rugi, akhir – akhir ini banyak pelaku digital marketing online yang berjualan di marketplace merasa penjualannya banyak dari segi quantity tapi untungnya tidak kelihatan, mungkin salah nya adalah tidak memperhatikan detail fee admin ini. Bahkan beberapa reseller Kayu Seru yang berjualan di marketplace pun seperti itu, misalnya, produk dengan modal Rp. 50.000, dijual Rp. 55.000 dengan asumsi lumayan dapat untung Rp. 5.000 dan akan lebih murah dari kompetitor lainnya yang jual produk sejenis. padahal jika kita ambil dari fee admin Shopee saja 7.9%, saat dia jual produk itu Rp. 55.000 dikurangi fee admin, dia akan menerima Rp. 50.655, iya masih ada margin Rp. 655,- tapi apakah keuntungan segitu cukup untuk beli lakban, beli bubble wrap dan lainnya.

Namun ada juga seller marketplace yang sudah paham persentase potongan admin nya, namun dia hanya menambahkan harga jual sesuai persen fee admin, misalnya admin fee 8% dia akan menambahkan harga jual produknya sebesar 8% juga, jadi harga produknya misal Rp. 100.000 ditambahkan sebesar 8% jadi 108.000, padahal kenyataannya adalah jika kita menjual seharga Rp. 108.000 jika dipotong 8% hasil yang kita terima adalah Rp. 99.360 tidak sampai Rp. 100.000. Bagaimana cara hitung yang benar, Perhatikan rumus dibawah ini

H / (1-n%) = Harga Jual

H = Harga yang ingin kita terima dari penjualan
n% = Nilai potongan (fee admin) dari marketplace
Mari kita masukkan angka nya, jika hasil penjualan yang ingin kita terima adalah Rp. 100.000, dengan fee admin 8% maka kita harus jual :
100.000 / (1-8%)
100.000 / 0.92 = Rp. 108.700 – Kita harus menjual seharga Rp. 108.700 untuk menerima hasil Rp. 100.000,-

Jadi saat kita ingin memulai jualan dimarketplace point diatas merupakan hal yang perlu kita ketahui agar tidak rugi, marketplace pun memanfaatkan kemampuan digital marketing tim mereka untuk mengundang orang banyak agar berbelanja di marketplace itu, misalkan dengan iming-iming cashback, free ongkir, doorprize dan lain-lain, jadi tidak ada salahnya kita juga mengikuti untuk jualan disana, dengan memperhatikan beberapa bahasan tulisan kami diatas, semoga pelaku usaha mampu untuk meminimalisir kerugian saat memutuskan ikut jualan di marketplace.

Semoga tulisan singkat diatas menambah satu dari banyaknya kepingan puzzle ilmu digital marketing yang sedang anda kumpulkan.

— DEDDY SOFYANDI — KAYU SERU —

LihatProduk Terbaru Kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim WhatsApp
Kirim WhatsApp