Mainan Open Ended vs Mainan Close Ended Mana Lebih Baik?

Saat memberikan anak mainan edukatif seperti puzzle, ada dua kemungkinan yang sering terjadi, kemungkinan pertama adalah anak akan fokus bermain sesuai dengan aturan main puzzle, dibongkar lalu disusun kembali, dan kemungkinan kedua adalah anak akan bermain mengikuti imajinasinya, puzzle nya dibongkar namun kepingannya disusun dilantai menjadi bentuk bintang, bentuk persegi, atau dibuat sebagai hiasan untuk rumah boneka nya, Nah, anak anda ada dikemungkinan yang mana? Tapi tenang saja, anda tidak sendirian kok, kedua kemungkinan diatas merupakan cara anak untuk protes diam-diam apakah dia menyukai mainan open ended atau mainan close ended.

Tulisan dibawah ini akan membahas tentang apa itu mainan open-ended dan apa itu mainan close-ended, mengapa istilah ini sering digunakan oleh tenaga pengajar pendidikan anak usia dini dan montessori, bahkan produsen alat peraga diseluruh dunia juga menggunakan istilah ini untuk memasarkan produknya, sebelum lanjut membaca mari kita lihat video singkat dibawah ini.

Pengertian Istilah Mainan Open Ended

Mainan open ended atau diartikan ke bahasa Indonesia adalah mainan berakhir terbuka merupakan mainan yang tidak memiliki aturan main secara baku, jadi bisa dimainkan dengan banyak cara, mainan ini mengandalkan kemandirian, kreativitas dan imajinasi anak, semakin sederhana bentuk mainan maka permainan menuntut anak semakin kreatif, saat memainkan jenis mainan open-ended ini tidak ada jawaban benar atau salah tentang cara bermainnya.

Contoh nya adalah seperti mainan balok susun bisa dibentuk menjadi menara, bisa menjadi rumah, bisa menjadi jembatan, bisa dijadikan mainan menjiplak bentuk dikertas dan banyak cara lainnya untuk bermain balok, contoh lainnya adalah pegdoll, rainbow stacker (pelangi susun), bola kayu, pasir kinetik, ring donat, Loosepart dan sebagainya. Umumnya jenis mainan open-ended memiliki warna natural kayu, cat woodstain atau warna-warna pastel.

Uniknya jenis mainan ini bisa dimainkan bersama dengan mainan lain seperti pegdoll dimainkan bersamaan dengan loosepart, balok dan pohonan membentuk miniatur ekosistem.

Mainan Open Ended
Beberapa Contoh Mainan Open Ended

Keunggulan dari mainan ini adalah lebih mengedepankan kemampuan problem-solving, imajinasi tanpa batas, kreativitas dan kemandirian anak dalam menentukan alur cerita permainan nya sendiri.

Pengertian Istilah Mainan Close Ended

Close Ended adalah kebalikan dari mainan open-ended, mainan jenis ini memiliki aturan baku, ada tujuan permainan yang harus diselesaikan, saat tujuan tercapai maka permainan berakhir, contoh mainan ini yang paling umum adalah mainan puzzle, mencocokkan bentuk, rumah angka, maze, mainan menjahit (Lacing toy)

Keunggulan mainan jenis ini adalah memberikan kebahagiaan dan rasa percaya diri yang tinggi saat anak berhasil menyelesaikan tantangan permainannya, untuk mainan close-ended lebih mengedepankan kemampuan konsentrasi, fokus, problem-solving, koordinasi mata dengan tangan serta kemampuan kognitif anak untuk memahami dan mengikuti intruksi dari permainan.

mainan close ended
Beberapa contoh mainan close-ended

Mana Yang Lebih Baik Antara Keduanya?

Pertanyaan ini sama seperti tulisan kami di artikel sebelumnya (Mana Lebih Baik TK atau BIMBA), dengan manfaat yang sama, sama-sama dibutuhkan untuk perkembangan anak, jadi tidak ada pilihan mana yang lebih baik, karena keduanya saling melengkapi.

Pada usia emas anak yaitu rentang usia 2-7 tahun, otak anak akan berkembang lebih cepat, selain menanamkan edukasi tentang adab dan ilmu akademis, pada rentang usia ini sangat baik juga untuk mengoptimalkan tumbuh kembang nya, kemampuan anak yang perlu dioptimalkan antara lain :

  • Motorik halus dan motorik kasar (ada di mainan open ended dan close ended)
  • Koordinasi mata dengan tangan (close-ended)
  • Problem-solving (close-ended dan open-ended)
  • Imajinasi (open-ended)
  • Fokus dan konsentrasi (close-ended)
  • Kreativitas (open-ended)
  • Kemandirian (open-ended)
  • Logika dasar (close-ended)
  • Kognitif (close-ended)
  • Sosial – Emosional (open-ended)

Jadi, sama dengan pilihan mana lebih baik masuk TK atau Bimba, memilih mainan open ended dan close ended juga tidak sulit, karena keduanya saling melengkapi, kita bisa memberikan kedua jenis mainan edukatif ini bersamaan, sesuai dengan gaya khas anak yang menjadikan bermain adalah kebutuhan utamanya, maka mainan yang orangtua berikan pasti akan dimainkan dengan caranya sendiri, yang terpenting bisa menjauhkan anak kita dari bermain gadget.

Selain mengikuti aturan main yang baku berikan juga sikecil ruang untuk bereksplorasi dengan mainannya, karena kunci stimulasi optimal adalah keseimbangan, selanjutnya tinggal bagaimana kita mengarahkan aktivitas bermain nya dan dengan bangga menyaksikan anak kita bertumbuh lebih cerdas bersama mainan edukatif ditangannya.

— DEDDY SOFYANDI – KAYU SERU —

  • Maze Angka

    Harga aslinya adalah: Rp 104.000.Harga saat ini adalah: Rp 78.000.
  • Puzzle Zebra

    Harga aslinya adalah: Rp 30.000.Harga saat ini adalah: Rp 20.000.
  • Ronce Alfabet dan Gambar

    Harga aslinya adalah: Rp 165.000.Harga saat ini adalah: Rp 123.750.
  • Menjahit Kelinci

    Harga aslinya adalah: Rp 36.000.Harga saat ini adalah: Rp 27.000.
  • Palu Putar 5 Pasak

    Harga aslinya adalah: Rp 129.000.Harga saat ini adalah: Rp 96.750.
  • Mainan 5in1 Kecil

    Harga aslinya adalah: Rp 270.000.Harga saat ini adalah: Rp 202.500.
  • Pohon Rukun Islam

    Harga aslinya adalah: Rp 100.000.Harga saat ini adalah: Rp 75.000.
  • Maket Sholat Perempuan

    Harga aslinya adalah: Rp 85.000.Harga saat ini adalah: Rp 63.750.
  • Puzzle Satuan Motor

    Harga aslinya adalah: Rp 60.000.Harga saat ini adalah: Rp 45.000.
  • Balok 40

    Harga aslinya adalah: Rp 110.000.Harga saat ini adalah: Rp 82.500.
  • Kereta Bentuk Geometri

    Harga aslinya adalah: Rp 105.000.Harga saat ini adalah: Rp 78.750.
  • Menara Donat Dusty

    Harga aslinya adalah: Rp 210.000.Harga saat ini adalah: Rp 157.500.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim WhatsApp